Mengawinkan Teknologi dan Gerakan Sosial; Jalan Kolaborasi Cegah Kawin Anak

Mengawinkan Teknologi dan Gerakan Sosial; Jalan Kolaborasi Cegah Kawin Anak
Penulis: Jayadinusantara
Editor: Miptahudin Khairi
Layout & Desain: Fauzi
Penerbit: Palapa Nusantara Press
Ukuran Halaman : 17.6 cm x 25 cm
Jumlah Halaman : 103
Tahun Terbit : 2026
Sejalan dengan perubahan zaman yang begitu cepat, persoalan perkawinan anak masih menjadi tantangan besar bagi masa depan generasi bangsa. Meski tampak seperti persoalan sosial dan budaya, kenyataannya isu ini memerlukan pendekatan yang lebih luas, lebih kreatif, dan lebih berani. Di sinilah pentingnya kolaborasi, ketika kekuatan nilai sosial bertemu dengan kecanggihan teknologi, lahirlah energi baru yang mampu menggerakkan perubahan.
Lakpesdam Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat, dengan akar sosial yang kuat di masyarakat, telah lama mendorong kesadaran akan pentingnya pendidikan, perlindungan, advokasi dan pemberdayaan perempuan dan anak. Sementara itu, Telkomsel hadir sebagai kekuatan teknologi yang memiliki jangkauan luas dan kemampuan untuk menyebarkan pesan, membuka akses informasi, serta menghubungkan masyarakat secara lebih efektif.
Pertemuan dua kekuatan ini bukan sekadar kerja sama, tetapi sebuah pernyataan harapan, bahwa pencegahan perkawinan anak membutuhkan sinergi lintas sektor. Teknologi menghadirkan jangkauan, gerakan sosial serta menghadirkan kepekaan. Teknologi dapat mempercepat, gerakan sosial dapat mengakar. Ketika keduanya berjalan bersama, lahirlah langkah-langkah strategis yang mampu memberi dampak nyata.
Melalui program edukasi, kampanye digital, dan pemanfaatan platform yang inklusif, kolaborasi ini membuka ruang baru bagi anak-anak untuk bermimpi, belajar, tumbuh, dan menentukan masa depan mereka sendiri. Masyarakat pun diajak tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi bagian dari “gerakan perubahan” yang lebih besar.
Kolaborasi Lakpesdam NU NTB dan Telkomsel adalah bukti bahwa perubahan tidak harus berjalan sendiri. Ketika teknologi dipandu oleh nilai kemanusiaan, dan gerakan sosial diperkuat oleh inovasi digital, maka lahirlah kekuatan baru yang mampu menjaga masa depan generasi bangsa.
Karena mencegah perkawinan anak bukan hanya soal menghentikan praktik berbahaya, tetapi juga soal menyediakan kesempatan. Dan kesempatan terbaik selalu lahir dari kerja bersama. Buku ini adalah catatan reflektif atas kerjasama yang telah dibangun dan berjalan antara Lakpesdam NU NTB dengan PT Telkomsel selama 2024-2025, untuk gerakan pencegahan perkawinan anak di Kabupaten Lombok Utara. Banyak kekurangan dalam buku ini, tapi saya berharap ini bisa menjadi awal bagi siapa saja kedepannya yang ingin menulis lebih lengkap tentang kolaborasi pada isu perkawinan anak dengan PT Telkomsel.